Sabtu, 25 Februari 2012

Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran

Bissmillaah....


Anggap saja saya juga sedang menasehati diri saya sendiri. Mungkin semacam intropeksi, muhasabah… Jujur, facebook, Multiply, blog, saya banyak menemukan pelajaran berharga dari teman-teman saya di sana. Dan saya bahagia memiliki mereka. Note ini saya posting hanya semata-mata keinginan saya pribadi dan TIDAK MENYINDIR SIAPA PUN! Baik pihak akhwat mau pun pihak ikhwan. Hanya renungan semata dan semoga kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi di dalamnya. AMIN

Akhi…..
Kemarin, Aku jatuh cinta padamu…
Sebuah rasa yang tak seharusnya singgah di hati ini. Ku biarkan bersemayam dan terus bersemi di sela-sela percakapan kita kala itu. Saya dulu mungkin tak mengenalmu, semua berawal di dunia maya ini. Tapi, sejuknya tuturmu dalam membahas setiap kemelut masalahku, mendekatkan jarak yang tak tersentuh itu di bilik hati.

Akhi,
Segalanya dimulai dari sini. Awalnya padamu, hanya rasa kagum saja yang ku beri. Kagum pada pemikiran-pemikiranmu yang cemerlang, kagum pada kesholehan yang kau tampilkan di ruang mayamu, kagum pada kata-kata penuh hikmah yang kau coret di sela-sela catatanmu. Tak lebih.

Lalu…
Kekaguman itu membuahkan rasa penasaran, betapa aku ingin mengenal pribadimu. Dekat.. dan lebih dekat lagi. Tapi, sebagai seorang akhwat, aku terlalu malu untuk mulai sekedar menyapamu terlebih dahulu (takut engkau menganggapku akhwat centil), berharap engkau menghampiri akupun tak lebih hanya sebuah mimpi.
Hari-hari ku lalui sembari memikirkan cara untuk bisa lebih akrab dengan. Aha!!! Saya tau!!! Kenapa aku tak memulainya dengan pura-pura bertanya masalah seputar fikih, ibadah, atau apapun tentang masalah agama, politik atau bertanya apa sajalah. Aku yakin, engkau pasti akan membantu menjawabnya sebisamu. Pasti kita semakin akrab dengan diskusi kita.

Ekspedisi pun dimulai. Dugaan ku benar. Segala tanya ku kau jawab dengan sangat memuaskan. Atau bila ragu, kau janjikan menjawabnya di lain hari. Aku senang. sangat – sangat senang. Sebenarnya kau tak perlu menjelaskan lebih banyak lagi. Toh, terkadang aku sudah tau jawabannya. bahkan lebih tau banyak darimu. Di google bisa ku temukan beragam jawaban dari tanya yang ku lontarkan padamu. Dunia maya mempermudah segalanya.

Detik waktu berlalu. Atas kecerewetanku yang tak henti-hentinya mengejarmu dengan beragam pertanyaan, membuat Kita semakin akrab, lebih akrab dari yang ku duga. Selanjutnya aku tak hanya sering bertanya padamu, bahkan mulai berani menceritakan beragam masalah pribadi yang ku hadapi padamu alias curhat. Engkau tak pernah menolak, bahkan kau tenangkan segala pikiranku yang kusut akibat kemelut masalah yang datang di segenap aktivitasku. Solusi yang berisi Kata-kata menyejukkan dan bijaksana itu menghadirkan rintik-rintik rasa yang entah, rintik-rintik rasa yang menggetarkan perasaan, menghadirkan gamang ketika percakapan-percakapan yang kita lalui waktu demi waktu.

Suatu ketika, kesibukan aktivitas yang menguras tenaga membuat ku tak sempat menyinggahi dunia maya hingga hitungan minggu. Ada rindu tak menentu (andai kau tau… bahkan ketika duduk, berdiri, berjalan, makan, bahkan mimpi-mimpiku semua berisi tentang kamu) menggodaku untuk kembali menapaki hari-hari berbicara denganmu (weeeeitts).

kubuka inbox pada emailku…!! Ada pesan darimu…
“Kemana aja ukh, lama gak keliatan. Sepi juga nih gak ada anti”

Pada sederet kalimat itu, Senyum ku mengembang. Pipi ini merona merah jambu. Bahagia menelusup pada rindu-rindu yang ku pendam. Aku yang mudah tersanjung, yang mudah melambung, seketika merasa, perasaan yang ku biarkan tumbuh ini tak bertepuk sebelah tangan. Segera saja aku meluncur pada sebuah ruang tempat kita biasa berbagi cerita. Tak sabar ingin segera menyapamu lagi. Sayang, kau yang biasanya selalu duduk manis didaftar bangku sahabat-sahabat mayaku, kali ini tak kutemukan bersemayam disana. Kecewa ? tentu saja. Sebab tujuanku gentayangan disini hanya untuk bertemu denganmu.

Satu detik, satu menit, satu jam, terus kutunggu.. nyatanya kau tak jua hadir hari itu. Gerimis membasahi hatiku atas segenap rindu yang tak terbayar kali ini. Biarlah… mungkin kau sibuk, toh besok-besok aku bisa mencarimu lagi disini.

Esoknya kucoba lagi menunggumu disini, kau masih tak datang. 2 hari, 3 hari, 1 minggu.. tetap tak ada kabar. Lantas, malu-malu kucoba tanyakan keberadaanmu pada sahabat yang juga mengenalmu disini. Ternyata ia juga mencarimu..cemburu terbit dihatiku. Kemudian, dari deret-deret kalimatnya mengalirlah beragam cerita tentangmu malam itu. Ternyata ia mengenalmu jauh melebihi aku. Ia tahu segalanya tentang kamu. Bahkan tentang apa saja yang kau suka dan tak kau suka. Lama aku tenggelam dalam gemuruh curhatnya. Ternyata ia menyukaimu. Bahkan bermimpi untuk membangun rumah tangga bersamamu. Aku kaget. Bahkan tak percaya.
“tapi ukhti…..” ucapnya kala itu … ada akhwat selain aku yang juga menyukainya, dan berharap sama seperti yang kuharapkan dan ku impi-impikan.”
Kali ini kagetku berlipat-lipat. Aku pikir hanya aku satu-satunya wanita yang rajin kau sapa, tempat kau berbagi cerita, akhwat yang tak henti kau semangati untuk terus menuntut ilmu dan mengaji. Aku pikir hanya aku satu-satunya yang menaruh harap kepadamu. Nyatanya….astaghfirullaah.. kutarik nafas dalam-dalam atas sesak yang menggerogoti rongga dadaku. Mataku mulai panas. Aku tak ingin berlama-lama disini, membaca seribu sikapmu yang tak pernah kuketahui. Kututup percakapan itu, lantas pulang dengan seribu kecewa dan mata berkaca-kaca.

Berminggu-minggu tak kusinggahi dunia semu penuh hayalan palsu yang sempat melukai hatiku itu, sampai akhirnya. kuputuskan untuk menemuimu lagi. Kali ini tak ada lagi nuansa rindu, secuilpun tidak. Lamunan panjangku disudut kamar beberapa malam yang lalu, telah menyadarkan aku pada perasaan yang seharusnya tak pernah kubiarkan bersemi sebelum waktunya itu. Sebuah perasaan yang Allah haramkan menggerogoti hatiku. Zina perasaan. Aku sadar, hubungan kita di dunia maya kala itu adalah sebuah kesalahan. Dan syaithon membumbuinya dalam kegilaanku padamu. Aku hanya ingin memperjelas sikap-sikapmu padaku dan pada akhwat-akhwat yang kau tumbuhkan bibit cinta dihatinya itu.

Alhamdulillah, ternyata kali ini kau tak kemana-mana. Ragu-ragu aku menyapamu. Kau membalas hangat sapaku, seperti biasa. Menanyakan kabarku, aktivitasku, dakwahku, semua tentang aku. Kujawab seadanya. Aku tak ingin terjebak kedua kalinya pada rasa yang salah.

“Akhi… adakah akhwat yang rajin bertanya padamu selain aku ?”
“Ya..” jawabmu datar. “kenapa, ukh ?” lanjutmu penuh tanda tanya.
“Berdasarkan survey yang kulakukan belakangan ini, ternyata antum termasuk jajaran top ikhwan di media maya ini ya. Ternyata banyak akhwat yang mengidolakanmu.” Paparku.

“Oh ya ?? kok bisa sih ?? padahal ana biasa-biasa aja tuh.” Masih datar.
“Mereka bilang…. dari sekian banyak ikhwan yang berkelana di dunia maya ini, antumlah yang paling bijaksana, paling ramah, paling baik, paling luas wawasannya, paling pengertian, paling perhatian, paling…..”
“Eh ?? ntar..ntar..” potongnya.
“Paling perhatian ? paling pengertian ?? paling ramah ?? waddoohh… ana gak ngerasa gitu kok ukh. Perasaan, ana biasa-biasa aja deh menyikapi mereka yang sering bertanya ke ana, ya.. seperti sikap ana ke anti lah…”

Aku tersedak. Kaget. Sumpah. kamu bilang sikapmu ke akhwat lain itu biasa aja, seperti layaknya kamu meladeni percakapanku ??
Tidakkah kamu sadar, bahwa sikapmu padaku –yang kau bilang biasa- itulah yang membuatku jatuh cinta padamu ?? lalu, bagaimana dengan berpuluh-puluh akhwat yang kau ladeni obrolannnya ?? ckckckckck… pantas saja banyak akhwat yang berpikir bahwa kau juga menyukai mereka, seperti aku.

“Akhi, bolehkah ana mengoreksi sikap antum itu sedikit saja”
“Ya, tafadhol ukh” jawabmu.
“Mungkin antum gak sadar bahwa kebaikan, keramahan, serta sikap-sikap yang antum bilang biasa itu telah menimbulkan sebersit rasa yang seharusnya gak timbul di hati akhwat yang antum bantu pecahkan masalah2nya, yang takhenti-henti antum semangati hari-harinya, yang tak putus-putus antum nasehati segala lakunya…”
“Rasa apa ??” selamu.
“Rasa cinta”
“Hah ???

Aku tau kau kaget.
“Ana gak berniat begitu ukh. sungguh. Mereka bertanya, ya ana jawab. Mereka konsultasi, ya ana kasih solusi donk. Mereka cerita, ya ana ladeni. Mereka menyapa, ya ana jawab. Ana gak mau disangka sombong. Semuanya ana sikapi biasa-biasa aja ukh. Tapi, kalo akhwatnya merasa begitu…..”

Kutunggu kelanjutan pembelaanmu. Ternyata memang sengaja kau gantung hingga disitu. Kulanjutkan perkataanku “ mungkin sikap seperti itu memang akan biasa-biasa saja, kalo lawan bicara antum itu sekaum dengan antum. Masih sebangsa ikhwan. Tapi, mereka akhwat akh.. perasaannya sensitif, mudah tersanjung, sedikit saja antum perhatian, mereka –termasuk ana- akan jadi berbunga-bunga (sebenarnya tergantung akhwatnya juga sich ^__^ . mereka akan berpikir, bahwa antum pun ada rasa terhadap mereka. antum tau kan.. semakin sering bertemu, semakin sering berbagi cerita, maka persentase di 'jatuh cintai' itu semakin besar ??

“Lalu ana harus gimana ukh ?? cuek aja waktu mereka nanya ?? ana nggak bisa sesombong itu….”

“Menurut ana…” jawabku, “Seharusnya dari awal-awal antum udah kasih lampu merah ke mereka. saat mereka bertanya, untuk yang pertama kali bolehlah antum jawab. Tapi selesai menjawab.. bukankah ada baiknya antum tawarkan mereka untuk berkenalan dan bertanya tentang apa yang tak mereka ketahui pada akhwat yg juga luas wawasannya, juga paham dalam masalah agama seperti antum?. Lantas jelaskan padanya berbagai kemudhorotan yang ditimbulkan dari interaksi ikhwan wa akhwat di dunia maya yang penuh jebakan setan ini. Bukankah ini lebih menjaga hatinya, juga hati antum ?? agar dikemudian hari tak kan ada sentakan-sentakan rasa segala. Yang penting.. jangan biarkan percakapan antum dan mereka berlangsung lama, berlarut-larut, bahkan sampe curhat-curhatan segala. Antum tau kan, khalwat di dunia maya juga berbahaya.. Ada setan di bangku ketiga. ..

“Yealah.. tapi jangan Cuma ana aja yang dinasehatin, akhwatnya juga dong. Biar gak nodong-nodong ana lagi dengan beribu pertanyaan.

“Yuuppz.. akhwatnya juga, jangan kelewatan nanya ke ikhwan. Toh, di dunia maya ini juga banyak akhwat-akhwat yang lebih cerdas daripada antum. selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang timbul ini sebenarnya bisa dicari jawabannya di kamar mbah google, betul nggak ??

“Pada dasarnya, kita –akhwat atau pun ikhwan- tau bahaya keseringan interaksi di dunia maya ini bisa merusak hati. Tapi, kadangkala nafsu ini mudah terpancing untuk disalurkan. Merasa butuh perhatian dari lawan jenis (Padahal di rumah ada ayah, adik, kakak yang juga berlawanan jenis dengan kita, lebih suuaayang lagi sama kita).
***

Hmmmm…kalo sudah begini, lantas salah siapa?? ikhwannya?? atau akhwatnya?? yaah…begitulah fenomena yg kelihatannya sedang merebak di dunia maya (dan mungkin juga di dunia nyata). Interaksi antara ikhwan dan akhwat yang sudah semakin “cair”, seakan-akan hijab sudah tidak berlaku lagi. Walaupun ber interaksi di dunia maya, seharusnya hijab hati juga harus tetap di jaga. Jangan buka peluang sedikitpun yang dapat mengotori hati. Perkuat imunitas hati dan selalu bisa mengerem segala tindakan kita.

Barakallahu..semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum

Kode Rahasia Nokia

Berikut ini adalah kunci kode tombol rahasia yang dapat anda jalankan sendiri dengan mengetiknya di keypad hp ponsel anda yang bermerek Nokia baik yang cdma maupun yang gsm ;
1. Melihat IMEI (International Mobile Equipment Identity)
Caranya tekan * # 0 6 #
2. Melihat versi software, tanggal pembuatan softwre dan jenis kompresi software
Caranya tekan * # 0 0 0 0 #
Jika tidak berhasil coba pencet * # 9 9 9 9 #
3. Melihat status call waiting
Caranya tekan * # 4 3 #
4. Melihat nomor / nomer private number yang menghubungi ponsel anda
Caranya tekan * # 3 0 # <<<YANG INI ASIK BANGET BRO
5. Menampilkan nomer pengalihan telepon all calls
Caranya tekan * # 2 1 #
6. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena tidak anda jawab (call divert on)
Caranya tekan * # 6 1 #
7. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena di luar jangkauan (call divert on)
Caranya tekan * # 6 2 #
8. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena sibuk (call divert on)
Caranya tekan * # 6 7 #
9. Merubah logo operator pada nokia type 3310 dan 3330
Caranya tekan * # 6 7 7 0 5 6 4 6 #
10. Menampilkan status sim clock
Caranya tekan * # 7 4 6 0 2 5 6 2 5 #
11. Berpindah ke profil profile ponsel anda
Caranya tekan tombol power off tanpa ditahan
12. Merubah seting hp nokia ke default atau pabrikan
Caranya tekan * # 7 7 8 0 #
13. Melakukan reset timer ponsel dan skor game ponsel nokia
Caranya tekan * # 7 3 #
14. Melihat status call waiting
Caranya tekan * # 4 3 #
15. Melihat kode pabrik atau factory code
Caranya tekan * # 7 7 6 0 #
16. Menampilkan serial number atau nomer seri hp, tanggal pembuatan, tanggal pembelian, tanggal servis terakhir, transfer user data. Untuk keluar ponsel harus direset kembali.
Caranya tekan * # 92702689 #
17. Melihat kode pengamanan ponsel anda
Caranya tekan * # 2 6 4 0 #
18. Melihat alamat ip perangkat keras bluetooth anda
Caranya tekan * # 2 8 2 0 #
19. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terbaik namun boros energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.
Caranya tekan * # 3 3 7 0 #
20. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terendah namun hemat energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.
Caranya tekan * # 4 7 2 0 #
21. Menuju isi phone book dengan cepat di handphone nokia
Caranya tekan nomer urut lalu # contoh : 150#
22. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk semua panggilan
Caranya tekan * * 2 1 * Nomor Tujuan #
23. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan yang tidak terjawab
Caranya tekan * * 6 1 * Nomor Tujuan #
24. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan ketika telepon hp anda sedang sibuk
Caranya tekan * * 6 7 * Nomor Tujuan #

Kamis, 23 Februari 2012

Mengemis Kasih ^^

Tuhan Dulu Pernah Aku Menagih Simpati
Kepada Manusia Yang Alpa Jua Buta
Lalu Terheretlah Aku Dilorong Gelisah
Luka Hati Yang Berdarah Kini Jadi Parah

Semalam Sudah Sampai Kepenghujungnya
Kisah Seribu Duka Ku Harap Sudah Berlalu
Tak Ingin Lagi Kuulangi Kembali
Gerak Dosa Yang Menhiris Hati

Tuhan Dosa Itu Menggunung
Tapi Rahmat-Mu Melangit Luas
Harga Selautan Syukurku
Hanyalah Setitis Nikmat-Mu Di Bumi

Tuhan Walau Taubat Sering Kumungkir
Namun Pengampunan-Mu Tak Pernah Bertepi
Bila Selangkah Kurapat Pada-Mu
Seribu Langkah Kau Rapat Padaku.......

Lagu ini mengingatkanku pada dia..saat itu aku penasaran dengan video yg diunggahnya di akun facebook..Dalam video itu, dia memakai baju koko berwarna kuning gading. Kesan pertama melihat videonya,lucu.Tapi bukan lucu karena norak,lucu yg menggemaskan. Karena cara dia menyanyi itu apa adanya dan sederhana. Suaranya cukup lumayan, enak didenger. Itu adalah kenangan pertama kali aku berteman dengannya. Sempat aku simpan videonya ke dalam folder komputerku, karena aku suka cara dia menyanyi. Kemudian, setelah berkenalan itu aku tidak pernah lagi berkomunikasi lg dengannya melalui akun facebook. Karena, situasiku waktu itu sedang sibuk dengan kuliah dan mengerjakan tugas skripsi. Dua tahun berlalu, kami menjalin komunikasi lagi via chat online. Dia duluan menyapaku, kemudian kami memulai komunikasi dengan candaan dan gombalan. Saat itu tak ada rasa apa-apa terhadapnya, hanya ketertarikan fisik semata. 

Kemudian semua itu berubah saat dia meminta no handphone ku dan kami pun memulai komunikasi via sms. Keseringannya kami berkomunikasi via sms, membuat hatiku tertarik tidak hanya dari fisiknya tapi hatinya. Aku terpesona dengan kharismanya, kesederhanaanya. dan candaanya.Yang membuat aku semakin jatuh hati padanya. Sampai semuanya berubah, saat dia memberitahuku kalau dia telah dikenalkan dan dijodohkan dengan istri dari pamannya. Dan diapun, telah menjalin komunikasi baik via telepon, sms dan akun facebook. Sampai pada akhirnya, aku memutuskan untuk tidak menganggu jalinannya dengan seorang wanita. Aku takut, akan diriku yg tak mampu melepaskan dia. Aku takut, semakin aku menjalin komunikasi dengannya, semakin aku tidak bisa melupakannya. Dan, keputusan ku itu akhirnya malah membuat aku tidak bisa melupakan dia. Disini pun aku masih berharap dia mau menghubungiku lagi walau dia tidak menawarkan cintanya kepadaku.... I Hope So Much........ <3 R**I


Sabtu, 18 Februari 2012

Doa

Tuhan..
aku tidak butuh orang sempurna untuk mendampingiku

Aku hanya ingin orang yang mau menjadi pelengkap kekuranganku

Membuat aku merasa "ADA"
Membuat aku TERSENYUM dan berkata " AKU BERUNTUNG MEMILIKINYA"

Jumat, 17 Februari 2012

Sampaikan salamku untuknyaa...

Dia,dia, dia lagi..
aku harus bagaimana untuk melupakannya?
hubungan yg singkat yg aku jalani dengannya serasa amat cepat berakhir.
Walau aku sempat merasa dia adalah pencarianku yg terakhir, jodoh yg diberikan Allah untukku. Tapi, sepertinya tidak akan mungkin.

Dalam diam aku masih saja suka memikirkannya,,masih saja penasaran untuk tahu apa kabarnya, sedang apa dia, apa dia baik-baik saja, apa dia sudah makan, apa dia sudah sholat. Ingiiiiiiiiiiiiiiiin sekali menghubunginya, tapi aku gak berani.

Aku akan berdoa untuknya, agar rezekinya lancar, dilimpahkan kesehatan, dan menemukan pasangan sejatinya, walaupun aku berharap itu adalah aku T_T.
Ya Allah, sampaikanlah sejuta rinduku padanya, ribuan salamku untuknya dan rasa sayangku untuknya.


Kepada R**I.....

Semoga ia selalu berada dalam lindungan Allah swt..Amiiinn

Temukanlah Belahan Jiwaku,,,Ya Allah

waktu berputar tak terasa..
usiaku kian bertambah,kekanak-kanakan beralih ke kekedewasaan.
pikiran yg plin-plan  harus dimatangkan.
Fuh,,

setiap aku menoleh ke belakang, selalu ada penyesalan. setiap ada kesalahan selalu merasa bersalah. aku mesti memperbaiki diri. Dan saat ini aku berusaha keras untuk memperbaikinya. Mulai dari ibadahku, sikapku, dan sifatku. Yaa, aku harus bersiap-siap menyediakan payung sebelum hujan. Kematian tak tahu kapan menghampiriku.

Saat ini, aku merasa bahagia. Karena banyak diantara teman-temanku telah mengakhiri masa lajangnya. Aku salut dengan mereka yang mau menikah muda. Sungguh indah menikah dalam usia muda. Sejenak, aku berpikir kapan tiba saatnya aku akan merasakan hal yg sama yg dirasakan oleh teman-temanku. Pikiran ku sudah matang, ingin sekali aku menikah dalam usia muda. Dulu, mana ada pikiran ku seperti itu.Takut inilah, takut itulah. Tapi, sepertinya kalau dipikirkan rasanya menyenangkan. Aku bosan dengan pacaran yg ujung-ujungnya bikin hatiku sakit. bikin aku menjadi benci dengan seseorang. aku tidak ingin seperti itu lagi. Aku ingin sekali menikmati pacaran setelah menikah, pasti mengasyikkan. Tak perlu menjadi beban, ketika kita berpegangan dengan kekasih, berpelukan, berciuman ataupun berdua-duaan. Karena semuanya telah halal.

Aku merasa telah siap lahir dan batin untuk menikah, tapi pasanganku belum ada. Aku belum dipertemukan oleh Allah dengan jodohku. Aku telah berdoa kepada Allah, untuk secepatnya mendekatkanku pada dia, Sang Belahan Jiwa. Tapi mungkin, Tuhan masih berkeyakinan kalau aku masih belum sepenuhnya untuk menjadi seorang istri yg sholehah. Walaupun Allah belum mendekatkanku padanya, aku akan menyiapkan perbekalan diriku saat akan menjadi seorang istri. Aku saja masih suka teledor dengan menempatkan barang-barangku. Bagaimana aku nanti menjadi seorang istri, kalau barang-barang suamiku kelak tak sesuai pada tempatnya. Aku juga masih belum pandai memasak, aku masih suka bangun telat saat shubuh. Bagaimana aku akan membangunkan suamiku untuk sholat shubuh, kalau aku saja masih belum bangun. Dan aku juga suka malas-malasan, yg semuanya suka tergantung pada moodku. Bagaimana aku harus melayani suamiku, kalau melakukan suatu hal saja harus tergantung mood atau sikon. Fuuh,,banyak sekali yg harus aku benahi dalam diriku ini. Sebelum semuanya benar-benar siap. 

Tapi, kalau aku boleh meminta kepada Sang Khalik, aku ingin calon suamiku seorang yg mau menerima segala kekurangan dan kelebihanku, begitupun aku. Aku ingin dia mencintaiku dan menyayangiku apa adanya, bukan ada apanya aku. aku ingin dia seorang lelaki yg sholeh, penyabar dan bertanggung jawab. Dan aku juga ingin, dia seorang yg humoris dan romantis. Amiiiinnn, amin, amiin..

Kamis, 16 Februari 2012

Maha Melihat

Seiring waktu berlalu
tangis tawa di nafasku
hitam putih di hidupku
jalani takdirku

Tiada satu tersembunyi
tiada satu yang terlupa
segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya

Kau yang Maha Mendengar
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
PadaMu hati bertobat

Kau yang Maha Pengasih
Kau yang Maha Penyayang
Kau yang Maha Pelindung
PadaMu semua bertekun

Yang dicinta ’kan pergi
yang didamba ’kan hilang
hidup kan terus berjalan
meski penuh dengan tangisan

Andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa ku kembali
hapus semua pedih

Andai mungkin aku bisa
kembali ulang segalanya
tapi hidup takkan bisa
meski dengan air mata